Home > Abstrak Penelitian > Efikasi Cendawan Entomopatogen Beauveria bassiana Bals. terhadap Kepik Hijau (Nezara viridula L.)
Efikasi Cendawan Entomopatogen Beauveria bassiana Bals. terhadap Kepik Hijau (Nezara viridula L.)
Efikasi Cendawan Entomopatogen Beauveria bassiana Bals. terhadap Kepik Hijau (Nezara viridula L.)

Efikasi Cendawan Entomopatogen Beauveria bassiana Bals. terhadap Kepik Hijau (Nezara viridula L.)

ABSTRAK

Ardiansyah, Reza. 2011. Efikasi Cendawan Entomopatogen Beauveria bassiana Bals. terhadap Kepik Hijau (Nezara viridula L.). Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sofia Ery Rahayu, S.Pd, M.Si, (II) Dr. Ir. Yusmani Prayogo, M.Si.

Kata Kunci: efikasi, Beauveria bassiana Bals., telur, nimfa, Kepik Hijau (Nezara viridula L.).

Kepik hijau (Nezara viridula L.) merupakan salah satu hama utama tanaman kedelai. Berbagai upaya pengendalian hama tersebut terus dikembangkan, namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa petani masih mengandalkan penggunaan insektisida kimia. Tidak disadari bahwa aplikasi insektisida kimia dapat menimbulkan berbagai masalah sehingga perlu dicari alternatif lain untuk mengendalikan hama ini seperti pengendalian hayati dengan menggunakan cendawan entomopatogen Beauveria bassiana Bals. Efikasi cendawan B. bassiana terhadap stadia telur dan nimfa N. viridula belum pernah dilaporkan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efikasi cendawan entomopatogen B. bassiana terhadap persentase telur N. viridula yang tidak menetas, dan mempelajari efikasi cendawan entomopatogen B. bassiana terhadap persentase mortalitas nimfa N. viridula.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima kali ulangan. Perlakuan pada stadia telur yaitu: umur telur 0 hari, 1 hari, 2 hari, 3 hari, 4 hari dan 5 hari setelah diletakkan imago. Sedangkan perlakuan pada stadia nimfa yaitu: nimfa instar I, II, III, IV, dan V. Penelitian ini dilakukan di Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (BALITKABI), Malang pada bulan Januari sampai Juni 2011. Data kemudian dianalisis secara statistik menggunakan anava tunggal dengan taraf uji 5%. Apabila terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf uji 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa cendawan entomopatogen B. bassiana mampu menginfeksi telur N. viridula sehingga telur yang terinfeksi tidak mampu menetas. Semakin muda umur telur N. viridula semakin rentan terhadap infeksi cendawan B. bassiana. Telur yang baru diletakkan imago (0 hari) sangat rentan terhadap infeksi B. bassiana karena tidak mampu menetas hingga mencapai 96%. B. bassiana juga mampu menginfeksi stadia nimfa N. viridula. Nimfa instar I dan II lebih rentan terhadap infeksi B. bassiana dibandingkan instar III, IV maupun nimfa instar V dengan mortalitas masing-masing 86 % dan 69 %.